Senin, 03 Maret 2014

Inspirasi khayal part.1

Diary kecil dari coretan khayal anak SMA
      by : @Anis7s





Hari ini aku melihatnya lagi , tergabung dalam satu kelompok dengannya membuatku terasa bosan tapi asyik, dia masih saja seperti dulu , jahil , usil , menceritakan hal yang lucu dan masih banyak lagi tentang dia yang tak bisa ku sebutkan satu persatu,,
    Aku sama sekali tidak berniat untuk menyukainya , banyak orang berkata kalau mau suka sama dia (cowok itu) butuh berulang-ulang berpikir apakah kamu akan menyukainya atau tidak . tapi bagiku itu tidak berlaku ,  toh yang menentukan hati bukan otak sadar kita .
Banyak yang bilang kalo cinta itu buta , menurut saya itu memang ada dan itu terjadi pada diri saya sendiri. Bukan berarti cinta buta itu , kita menyukai seseorang yang salah tapi ada ke-unikan tersendiri di diri orang tersebut yang membuat kita nyaman , happy , dan ingin sllu bertemu dia .
Aku hanya ingin memperbanyak kenangan indah di masa SMA ini , tak perduli orang berkata apa , terserah kalau mereka mengartikan ‘aku suka dia’  toh itu Cuma kedekatan semata lebih baik kami bersahabat sampai akhir daripada harus  jatuh cinta yang berujung sakit hati .
Aku senang ketika dia menghiburku dengan celotehannya yang konyol , aku nyaman ketika dia memberiku semangat dan........................................
Masih banyak lagi yang harus ku-ungkapkan disini , berhubung penulisnya lagi kasmaran jadi sampai sini aja dulu,,,, masih banyak cerita selanjutnya yang akan hadir , semenjak kehadirannya di hidup gue , otak gue gak pernah buntu buat nulis , mungkin dia inspirasi gue .


Thanks for you 

Sabtu, 01 Maret 2014

Sampai akhir nanti

untuk hari ini 1 maret 2014
story today
by
@Anis7s

***

Dan hari ini kami bertemu lagi setelah 3 hari tak bertatap muka , rasanya seperti ada sesuatu yang ingin kami ungkapkan entah itu apa kami pun tidak saling tau .
Hanya sekilas kami bicara , hanya selintas kami bertatap lalu enyah kembali terhempas angin sepoi .
Aku menarik tangannya untuk maju ke depan , saat itu dia melihat tanganku bergandengan dengannya dia yang malah menggodaku dengan gombalannnya yang biasa , anggapan ku sampai saat ini adalah diam dan menghindar . Aku tidak berani melawan perasaan ku saat ini aku menyerahkan semua pada tuhan dan pada hatiku .
Dia mulai bercerita , kami pun kembali bercanda seperti biasa membahas topik yang tak begitu penting tertawa yang jelas-jelas tak ada hal lucu mungkin itulah uniknya pertemananku dengannya .
     Baru 1 jam kami bertemu terpaksa sang waktu memisahkan kembali aku dengannya , dia pulang dengan berlawanan arah denganku hanya bisa melihatnya jauh dan hilang di ramainya mobil siang itu.

15 menit kemudian ponselku bergetar menandakan ada sms masuk ku lihat dari photonya ternyata "dia" , ku baca dan seulas senyum hadir di wajahku .
segera ku ketik untuk balasannya , tak lama kemudian terbalas lagi dan seterusnya sampai aku sudah di rumah .
aneh padahal dia hanya sms
"thanks udah dengerin cerita gue cantik , jangan lupa makan siangnya ya beb"
bagiku itu sudah biasa , dia sudah terlalu sering memanggil semua cewek dengan sebutan beb dan jujur aku tidak menyukainya .
      keesokan harinya

Dia datang lebih pagi daripada aku , sperti biasa tingkahnya duduk memojok di belakang sambil memainkan handphone nya , aku menghampirinya
"heii,,, sms'an sama siapa tuuhh"
"nih liat sendiri " katanya sambil melempar ponsel itu ke arahku , seperti biasa lagi dia bertengkar dengan pacarnya . aku benar-benar sudah bosan dengan keluh kesahnya terhadap hubungan mereka ,berkali-kali aku memberi saran tetap saja dia tidak mau menurut .
"tau ahh,,, capek dengerin lo curhat tentang cewek itu , udah sihh putusin aja,,,,, "
"maunya juga gitu ,, tapiii..........."
"tapi gak bisaaaa !!! " kataku kesal dan segera pergi meninggalkannya , menghiraukan panggilannya.

Pada kenyataannya dia tidak pernah melihat ku ada , tiada arti aku di matanya tiada hidup aku di fikirannya . Dan pada akhirnya dia tetap mempertahankan hubungannya dengan pacarnya dan pada kenyataannya kita tidak bisa memaksakan kehendak kita sama orang lain karena satu dengan lainnya memiliki pola pikir yang berbeda . Aku akan tetap mengerti dia sampai akhir nanti .


       
         -End-