Dan pada akhirnya yang selalu ada itu yang akan dia pilih. itu teori saya.
tapi pada kenyataannya, yang jauhlah yang dia pilih. saya tidak berharap lebih hanya saja dia yang telah memberikan harapan itu atau saya yang merasa kalau dia memberikan harapan tersebut. Tapi saya bersyukur sekali atas kejadian foto di Ig tersebut. Tuhan telah menunjukkan kebenaran yang selama ini saya anggap benar ternyata tidak benar. yang saya anggap baik ternyata tidak baik ,yang saya anggap suka ternyata tidak, yang saya anggap nyaman ternyata tidak, bahkan lebih buruk ! saat itu setelah saya melihat foto itu, saya tidak bisa berkomentar apa-apa,tangan bergetar saat ku genggam ponsel itu, tidak sepantasnya aku menitikan air mata untuk kamu, sudah berapa kali kamu buat saya menangis dan untuk yang satu ini adalah rasa sakit hati terhebat dalam hidup saya. saya gak nyangka orang yang baru saya kenal 2 tahun itu sudah sering membuat saya kecewa dan menangis. pada akhirnya saya yang harus dan lagi,,,, intropeksi diri . 3 hari saya mengurung diri dalam hotel, makan apapun tiada rasa, bahkan sambal yang biasa pedas jadi tidak ada rasa. saya masih berfikir, apa itu benar ? dan pada akhirnya juga saya yang harus mengalah pada ego, saya harus mundur ! ini sudah tidak bisa di lanjutkan lagi, dan perasaan sayang serta rindu ini juga harus di hapuskan di hilangkan , di buang, di kubur dalam-dalam. langsung saya menghapus kontak anda, saya gak tau lagi harus gimana, untung saja waktu itu saya tidak lompat dari lt.20 tempat saya menginap di hotel. bayangkan jika saya menuruti emosi mungkin anda akan bahagia karena tidak ada lagi yang mengganggu mu lagi. saat ini aku belum bisa bilang kalau aku baik-baik saja.
saya gak peduli kamu akan baca tulisan ini atau tidak. sekarang saya jadi berfikir berkali-kali untuk menyapa anda, kamu seperti orang yang tak ku kenal ,, kamu menjauh . baik saya akan jauh lebih menjauh.............
good bye 20
terimakasih untuk satu tahun terbaik ini,, telah mengajarkan banyak akan kehidupan.
jangan lupa tersenyum :)
Selasa, 19 Juli 2016
Senin, 11 April 2016
manusia fisik robot
First day guys , what happen nis ? haha,,,,
Kejadian ini bermula dari kami yang sedang jalan-jalan mengendarai sepeda motor, layaknya anak remaja atau sebut saja kami mahasiswa yang sedang menikmati weekend sebelum kami masuk dorm. ada seseorang yang mengatakan kepada saya mengenai hidup untuk masyarakat. beliau adalah dosen kami tercinta yang sangat peduli pada siswanya oh bukan mahasiswanya. Dia tau kalau kami disini boarding school dimana semua yang kami lakukan di atur ada sebuah pengatur yang mengikat, ada sebuah ruang kontrol yang mengontrol kami, dari tata krama sampai sikap prilaku,tata bicara, semuanya sudah di atur disini, kami disini bagaikan robot yang yang telah di instal oleh penemunya kemudian dia yang mengendalikan kami melalui remot kontrol nya. iya kami bagaikan robot fisik manusia. bagaimana tidak , keseharian kami mengenakan pakaian yang sama, sepatu yang sama, buku, dan tas yang sama, lalu seluruh pakaian olahraga kami juga di seragamkan semuanya sama. dari kami tidak ada yang berbeda. bahkan hal paling kecil sekalipun seperti kepala, sebuah potongan rambut untuk laki-laki dan perempuan itu semua di sama-ratakan.
Iya dosen kami yang ini sangat tau kehidupan kami disini, tapi ada yang membuat beliau bingung dengan kami. saat dia menyarankan kami untuk membuka ponsel , serentak satu kelas bilang "kami tidak boleh membawa ponsel" dia sungguh terkejut dengan pernyataan kami, kok bisa seorang mahasiswa tidak di perbolehkan membawa ponsel. Jangankan android atau ponsel yang mewah seperrti I-phone apple , samsung galaxy , azus zenfone atau sejenisnya, membawa ponsel jadul yang tanpa kamera saja kami tidak boleh. WOW pernyataan yang membuat dia amat terkejut. lalu beliau menyampaikan lagi "bagaimana kalian bisa untuk tau informasi di luar sana nak, bagaimana kalian bisa tau perkembangan terkini di negara kita, kalau ponsel saja kalian tidak boleh bawa? " kami satu kelas hanya diam, merenungkan omelannya, menunduk dengan mata terpejam.
lalu di pertemuan selanjutnya, di sela-sela dia membahas mengenai uji tipe kendaraan , beliau bertanya lagi pada kami, "apa perlu dan harus ya kalian mengenakan baju yang ketat seperti itu, lalu itu jilbabnya seperti mencekik leher kalian dengan banyak jarum pentul seperti itu, coba kamu hadi maju sini, ya allah lihat ini kok baju kamu ketat sekali ? ini namanya menyiksa diri sendiri, dari hal memakai baju saja kalian sudah tersiksa seperti ini."
kami sekelas hanya tertawa dan menyadari , iya juga ya.
perkataan beliau yang tak ku lupakan mungkin sebuah pesan juga untuk kami nantinya saat sudah lulus dari sekolah tinggi ini.
" kalian harus bisa membaur dengan masyarakat karena nantinya kalian akan menjadi pemimpin di daerah kalian. Tapi kalian harus ingat juga, jangan karena seragam gagahmu masyarakat menjadi segan atau takut pada kalian, jangan karena seragam masyarakat atau orang terdekatmu berubah menjadi sok baik. coba anda tunjukkan dengan sikap dan prilaku yang baik, sopan santun, ramah terhadap sesama, bijak, bisa membaur dengan baik,amanah. maka dengan semua itu kamu tanpa seragam atau dengan seragam orang lain akan bisa bersikap baik dan segan terhadapmu. jangan pernah jadikan alasan karena seragam. seragam itu gak akan di bawa sampai mati.Dan lepaskanlah seragam dinas kalian di hari sabtu-minggu, kemudian kalian terjun langsung pada masyarakat, cari tau apa yang di inginkan mereka, itu semua bisa jadi bahan untuk memperbaiki dan memajukan negara ini , lebih baik lagi, adakala nya kalian juga harus merasakan sebagai orang biasa, masyarakat biasa. Lepasakan lah sejenak penat anda yang membuat otak penuh dengan PUDD , dan aturan. kalian tidak boleh patah kreatif & patah semangat. "
Oke itu yang aku tangkap selama jam perkuliahan dengan beliau, lalu aku menyimpulkan semuanya, memang ada benarnya, tapi kenyataan hidup tak semudah yang kita jalani dan kita bayangkan, kenyataan hidup ini tidak seindah dalam bayangangmu. tetaplah menjadi diri sendiri , jangan pernah takut dengan kenyataan yang ada di hadapanmu, karena tuhan selalu ada di sisi kita.
Kejadian ini bermula dari kami yang sedang jalan-jalan mengendarai sepeda motor, layaknya anak remaja atau sebut saja kami mahasiswa yang sedang menikmati weekend sebelum kami masuk dorm. ada seseorang yang mengatakan kepada saya mengenai hidup untuk masyarakat. beliau adalah dosen kami tercinta yang sangat peduli pada siswanya oh bukan mahasiswanya. Dia tau kalau kami disini boarding school dimana semua yang kami lakukan di atur ada sebuah pengatur yang mengikat, ada sebuah ruang kontrol yang mengontrol kami, dari tata krama sampai sikap prilaku,tata bicara, semuanya sudah di atur disini, kami disini bagaikan robot yang yang telah di instal oleh penemunya kemudian dia yang mengendalikan kami melalui remot kontrol nya. iya kami bagaikan robot fisik manusia. bagaimana tidak , keseharian kami mengenakan pakaian yang sama, sepatu yang sama, buku, dan tas yang sama, lalu seluruh pakaian olahraga kami juga di seragamkan semuanya sama. dari kami tidak ada yang berbeda. bahkan hal paling kecil sekalipun seperti kepala, sebuah potongan rambut untuk laki-laki dan perempuan itu semua di sama-ratakan.
Iya dosen kami yang ini sangat tau kehidupan kami disini, tapi ada yang membuat beliau bingung dengan kami. saat dia menyarankan kami untuk membuka ponsel , serentak satu kelas bilang "kami tidak boleh membawa ponsel" dia sungguh terkejut dengan pernyataan kami, kok bisa seorang mahasiswa tidak di perbolehkan membawa ponsel. Jangankan android atau ponsel yang mewah seperrti I-phone apple , samsung galaxy , azus zenfone atau sejenisnya, membawa ponsel jadul yang tanpa kamera saja kami tidak boleh. WOW pernyataan yang membuat dia amat terkejut. lalu beliau menyampaikan lagi "bagaimana kalian bisa untuk tau informasi di luar sana nak, bagaimana kalian bisa tau perkembangan terkini di negara kita, kalau ponsel saja kalian tidak boleh bawa? " kami satu kelas hanya diam, merenungkan omelannya, menunduk dengan mata terpejam.
lalu di pertemuan selanjutnya, di sela-sela dia membahas mengenai uji tipe kendaraan , beliau bertanya lagi pada kami, "apa perlu dan harus ya kalian mengenakan baju yang ketat seperti itu, lalu itu jilbabnya seperti mencekik leher kalian dengan banyak jarum pentul seperti itu, coba kamu hadi maju sini, ya allah lihat ini kok baju kamu ketat sekali ? ini namanya menyiksa diri sendiri, dari hal memakai baju saja kalian sudah tersiksa seperti ini."
kami sekelas hanya tertawa dan menyadari , iya juga ya.
perkataan beliau yang tak ku lupakan mungkin sebuah pesan juga untuk kami nantinya saat sudah lulus dari sekolah tinggi ini.
" kalian harus bisa membaur dengan masyarakat karena nantinya kalian akan menjadi pemimpin di daerah kalian. Tapi kalian harus ingat juga, jangan karena seragam gagahmu masyarakat menjadi segan atau takut pada kalian, jangan karena seragam masyarakat atau orang terdekatmu berubah menjadi sok baik. coba anda tunjukkan dengan sikap dan prilaku yang baik, sopan santun, ramah terhadap sesama, bijak, bisa membaur dengan baik,amanah. maka dengan semua itu kamu tanpa seragam atau dengan seragam orang lain akan bisa bersikap baik dan segan terhadapmu. jangan pernah jadikan alasan karena seragam. seragam itu gak akan di bawa sampai mati.Dan lepaskanlah seragam dinas kalian di hari sabtu-minggu, kemudian kalian terjun langsung pada masyarakat, cari tau apa yang di inginkan mereka, itu semua bisa jadi bahan untuk memperbaiki dan memajukan negara ini , lebih baik lagi, adakala nya kalian juga harus merasakan sebagai orang biasa, masyarakat biasa. Lepasakan lah sejenak penat anda yang membuat otak penuh dengan PUDD , dan aturan. kalian tidak boleh patah kreatif & patah semangat. "
Oke itu yang aku tangkap selama jam perkuliahan dengan beliau, lalu aku menyimpulkan semuanya, memang ada benarnya, tapi kenyataan hidup tak semudah yang kita jalani dan kita bayangkan, kenyataan hidup ini tidak seindah dalam bayangangmu. tetaplah menjadi diri sendiri , jangan pernah takut dengan kenyataan yang ada di hadapanmu, karena tuhan selalu ada di sisi kita.
Langganan:
Postingan (Atom)